Senin, 26 Mei 2014

Pancasila Dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai Sistem Filsafat

Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
         Pancasila yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan dasar filsafat negara Republik Indonesia, menurut M. Yamin bahwa berdirinya negara kebanggsaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan kerajaan-kerajaan yang ada, seperti kerajaan Kutai, kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit.
          Kerajaan Kutai yang merupakan kerajaan pertamadan kerajaan Hindu tertua, berdiri sekitar tahun 400M. Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam Tenggaray. Beberapa raja yang pernah memrintah dikerjaan ini diantaranya adalah, Kudungga, Asmawarman, dan Mulawarman. Kerajaan ini memberikan andil terhadap nilai-nilai Pancasila seperti nilai-nilai sosial politik dalam bentuk kerajaan dan nilai Ketuhanan dalam bentuk kenduri, sedekah pada Brahmana.’
          Kerajaan Sriwijaya kerajaan ini berdiri sekitar tahun 650M. Raja yang pernah memimpin kerjaan ini adalah Syaliendra. Kerajaan inimerupakan kerajaan maritim yang mengandalkan kekuatan laut dan ¾ wilayah perairan diIndonesia adalah warisan dari kerajaan ini. Kerajaan ini juga mengembangkan bidang pendidikan terbukti Sriwijaya memiliki semacam universitas agama Budha yang sangat terkenal diAsia.
          Kerajaan Majapahit berada pada masa kejayaan ketika berada pada  masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada, hidup dan berkembang dua agama yaitu Hindu dan Budha. Majapahit melahirkan beberapa empu seperti empu Prapanca yang menulis buku Negara Kertagama (1365) yang didalamnya terdapat istilah “Pancasila”, sedangkan empu Tantular mengarang buku Sutasoma yang didalamnya tercantum seloka persatuan nasional “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda namun tetap satu jua. Tahun 1331 Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa yang berisi cita-cita untuk mempersatukan seluruh nusantara raya. Seiring berjalannya waktu, kerjaaan Majapahit runtuh pada permulaan abad XVI dengan datangnya bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol untuk mencari rempah-rempah pada akhir abad XVI Belanda datang ke Indonesia dengan membawa bendera VOC (Verenigde Oast Indische Compagnic) atau perkumpulan dagang. 

1. Kebangkitan Nasional
Kebangkitan dunia timur pada abad XX dipanggung politik internasional tumbuh kesadaran akan kekuatan sendiri, seperti Philipina (1839) yang dipelopori oleh Joze Rizal, kemenangan Jepang atas Rusia di Tsunia (1905), adapun Indonesia yang diawali dengan berdirinya Budi Utomo yang dipelopori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo pada 20 Mei 1908, kemudian berdiri Sarekat Dagang Islam (SDI) tahun 1909, Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927 yang didirikan oleh Soekarno, Cipto Mangun Kusumo, Sartono dan tokoh lainnya. Sejak itu perjuangan bangsa Indonesia mempunyai tujuan yang jelas, yaitu Indonesia merdeka. Perjuangan bangsa Indonesia diteruskan dengan adanya gerakan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air Indonesia. 

2.  Penjajahan Jepang
Janji penjajah Belanda tentang Indonesia merdeka hanyalah suatu kebohongan belaka, sehingga tidak pernah menjadi kenyataaan sampai akhir penjajahan Belanda tanggal 10 Maret 1940, kemudian penjajah Jepang masuk ke Indonesia dengan propaganda “Jepang pemimpin Asia, Jepang saudara tua bangsa Indonesia”. Tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan ulang tahun Kaisar Jepang, penjajah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, janji ini diberikan Jepang karena Jepang terdesak oleh tentara Sekutu. Bangsa Indonesia diperbolehkan memperjuangkan kemerdekaanya, dan untuk mendapatkan simpati dan dukungan bangsa Indonesia maka Jepang menganjurkan untuk memberntuk suatu badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yaitu Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Zyumbi Tioosakai. Pada saat itu juga diumumkan Ketua (Kaicoo) Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat, yang kemudian mengusulkan bahwa agenda pada sidang BPUPKI adalah membahas tentang dasar negara.


3. Kronologi Perumusan Pancasila, Naskah Proklamasi dan Pembacaan Teks Proklamasi
29 Mei 1945 ( Sidang I BPUPKI)
Perumusan materi Pancasila oleh Mr. M. Yamin.
32 Mei 1945 ( Sidang I BPUPKI)
Perumusan materi Pancasila oleh Mr. Supomo.
1 Juni 1945 ( Sidang I BPUPKI)
Ir. Soekarno pertama kali mengusulkan nama istilah pancasila untuk dasar negara Indonesia. Beliau mengatakan bahwa nama Pancasila itu atas petunjuk teman kita ahli bahasa.
22 Juni 1945
 Piagam Jakarta disusun oleh Panitia Kecil yang terdiri dari 9 orang yaitu: M.Hatta. A. Soebardjo, A.A Maramis, Ir. Soekarno, Abdul Kahar Muzakir, Wachid Hasjim, Abikusno Tjokrosujoso, A. Salim dan M. Yamin.
10-16 Juni 1945 (Sidang BPUPKI)
Dibentuk Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan beranggotakan 19 orang yaitu: Ir. Soekarno, AA.Maramis, Otto Iskandardinata, Purbojo, A.Salim, A.Soebardjo, Soepomo, Maria, Ulfah Santoso, Wachid Hasjim, Parada Harahap, J. Laruhary, Susanto Tirtoprodjo, Sartono, Wongsonegoro, Wuryaningrat, RP. Singgih, Tan Eng Hoat, Hoesein Djajadiningrat, Sukiman.
Panitia Perancang UUD kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang UUD yang beranggotakan 7 orang yaitu: A.Salim, A.Soebardjo, Soepomo, Wongsonegoro, RP. Singgih, AA.Maramis, Sukiman.
16    gustus 1945
Jam 04.30
Dibentuk Panitia Penghalus Bahasa, terdiri dari Soepomo dan Hoesein Djajadiningrat
Perumusan terakhir materi Pancasila disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai bagian dari Pembukaan UUD 1945.
Jam 18.00
LIHAT KEKERTAS CATATAN
Jam 23.30
Rombongan yang terdiri dari Mr. A. Soebarjo, Sudiro dan Yusuf Kunto tiba di Rengasdengklok dengan tujuan untuk menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Rombongan dari Rengasdengklok tiba di Jakarta langsung menuju rumah Laksamana Maeda di jln. Imam Bonjol no. 1. Ditempat ini tokoh-tokoh bangsa Indonesia berkumpul untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Teks proklamasi versi terakhir yang telah diketik, ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.
17    Agustus 1945
Pembacaan teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno di Pegangsaan Timur no. 56 (sekarang gedung Pola).


Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Pengertian Filsafat
Secara etimologi, filsafat adlah istilah atau kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia. Kata itu terdiri dari dua kata, yaitu philo, philos, philein, yang mempunyai arti cinta/ pecinta/ mencintai dan sophia yang berarti kebijakan. Kearifan, hikmah, hakikat kebenaran. Jadi secara harafiah istilah berfilsafat adalah cinta pada kebijaksanaan atau kebenaran yang hakiki.
Berfilsafat berarti berarti berpikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap sesuatu secara metodik, sistematik, menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat sesuatu, dengan kata lain =, filsafat adalah ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijaksanaan dan cinta akan kebijakan.
Umumnya terdapat dua pengertian filsafat yaitu filsafat dalam arti proses dan filsafat dalam arti produk, selain itu ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai ilmu dan filsafat sebagai pandangan hidup. Disamping itu, dikenal pula filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.
Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, filsafat sebagai pandangan hidup, dan filsafat dalam arti praktis. Hal itu berarti Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia dimanapun mereka berada.

Pancasila Sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia
Pancasila pada hakikatnya adalah sistem nilai (value system) yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa Indonesia sepanjang sejarah, yang berakar dari unsur-unsur kebudayaan luar yang sesuai sehingga secara keseluruhannya terpadu menjadi kebudayaan bangsa Indonesia. Hal itu dapat dilihar dari proses terjadinya Pancasila yaitu melalui suatu proses yang disebut kausa materiaisme karena nilai-nilai dalam Pancasila sudah ada dan hidup sejak jaman dalu yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan yang diyakini kebenarannya itu menimbulkan tekad bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan dalam sikap dan tingkah laku serta perbuatannya.  Disisi lain, pandangan itu menjadi motor penggerak bagi tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuannya. Dari pandangan inilah maka dapat diketahui cita-cita yang ingin dicapai bangsa, gagasan kejiwaan apa saja yang akan coba diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila adalah buah hasil pikiran-pikiran dan  gagasan-gagasan dasar bangsa Indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik. Mereka menciptakan tata nilai yang mendukung tata kehidupan sosial dan tata kehidupan kerohanian bangsa yang memberi corak, watak dan ciri masyarakat Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Kenyataan yang demikian itu merupakan suatu kenyataan objektif yang merupakan jatidiri bangsa Indonesia 

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh saling berhubungan, melengkapi, saling bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu, sehingga pancasila tidak dapat berdiri sendiri atau disebut Organis Majemuk Tunggal. Pancasila itu bersifat hirarki berbentuk piramida yang tidak bisa diacak(sudah disusun/bersusun). yaitu:
1. Causa Prima (Tuhan)
2. Manusia (Khalifah)
3. Persatuan (Kuat)
4. Rakyat (Unsur mutlak suatu negara)
5. Keadilan (Tujuan)

Prinsip Filsafat Pancasila
Causa Materialis
Asal bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia itu sendiri, karena Pancasila di gali dari nilai-nilai adat
istiadat,kebudayaan serta nilai-nilai religius yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari bangsa
Indonesia.
Causa formalis
Berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat
formal (kebenaran formal).Causa efficient
Kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila merijadi dasar negara
Indonesia merdeka.
Causa finalis
tujuan dari perumusan dan pembahasan pancasila yakni hendak dijadikan sebagai dasar Negara.

Kajian Filsafat Pancasila
1. Kajian Ontologis
Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha berkemanusian yang adil dan beradab, berkesatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia. Dengan demikian, secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila Pancasila adalah manusia. Untuk hal ini, Notonagoro lebih lanjut mengemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontol memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga dan jiwa, jasmani dan rohani. Selain itu, sebagai makhluk individu dan sosial, serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, secara hierarki sila pertama Ketuhanan Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila.
2. Kajian Epistimologi
Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.
3. Kajian Aksiologis
Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengctahuan tentang Pancasila. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistcm filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, maka nilai-nilai yang tcrkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.


Ciri Filsafat Pancasila
Sila pertama pada Pancasila menjiwai sila kedua,ketiga,keempat dan kelima.

Maksud Pancasila dikatakan organik majemuk tunggal adalah yaitu:
Organ = Tubuh (Bangsa Indonesia)
Majemuk = Banyak (Terdiri dari beragam suku bangsa)
Tungal = Satu Tujuan (Keadilan)

Sila kedua pada Pancasila menjiwai sila ketiga,keempat dan kelima.
Sila ketiga pada Pancasila menjiwai sila keempat dan kelima. 
Sila keempat pada Pancasila menjiwai sila kelima.
Sila kelima pada Pancasila dijiwai oleh sila  pertama, kedua, ketiga, dan keempat.



Sumber:
Bahan ajar/catatan materi perkuliahan softskill, Pendidikan Kewarganegaraan semester 2.
Muchiji, Achmad; Subiyakto; Mugimin dkk. 2006. Pendidikan Pancasila, Seri diklat kuliah. Jakarta: Gunadarma.








Minggu, 20 April 2014

Sabtu, 12 Oktober 2013

Kebudayaan yang Mulai diTinggalkan

Dalam kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang kebudayaan yang mulai memudar atau ditinggalkan oleh masyarakat. Sebagai materi pembahasan  saya akan mencoba sedikit menggammbarkan bagaimana kebudayaan didaerah tempat saya tinggal saat ini mulai menmudar karna ditinggalkan oleh masyarakat.


Beberapa kebudayaan yang mulai memudar diantaranya adalah
                         

Gotong Royong
Layar Tancap









Wayang Golek

Tegur Sapa














Tari Jaipong
Musyawarah Desa


"Apa Penyebab diTinggalkannya Kebudayaan Tersebut?"
Di tengah Maraknya arus Globalisasi yang masuk ke Indonesia, melalui cara  cara tertentu membuat Dampak Positif dan Dampak Negatif tersendiri Bagi Bangsa Indonesia. Terutama dalam Bidang Kebudayaan. Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah hampir punah. karena masyarakat kita khususnya para pemuda lebih condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asli kita sendiri. Sebagai contoh para remaja putri atau pemudi kita lebih senang meniru memakai celana pendek seperti remaja putri atau pemudi bule yang ternyata merupakan kebudayaan barat yang mereka anggap dapat membuat mereka lebih cantik dari pada memakai pakaian yang menutup anggota tubuh yang merupakan salah ciri khas kita sebagai negara yang penuh sopan santun dan keramahannya.
Selain adanya pengaruh dari budaya luar ada juga beberapa fackor internal diantaranya yaitu:

• Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.

 Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.


"Lalu bagaimana upaya kita agar kebudayaan tersebut kembali menarik bagi kalangan muda?"
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan kebudayaan serta membuat kebudayaan tersebut kembali menarik bagi kaum muda beberapa diantaranya adalah.

Culture Knowledge
Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan daerah. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri.
Selain dilestarikan dalam dua bentuk diatas, kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara mengenal budaya itu sendiri. Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang dilakukan oleh negara - negaralain.

Mengenali dan Bangga akan Budaya Sendiri
Penyakit masyarakat kita ini adalah mereka terkadang tidak bangga terhadap produk atau kebudayaannya sendiri. Kita lebih bangga terhadap budaya - budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang timur. Budaya daerah banyak hilang dikikis zaman. Oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam - diam.


Kebijakan Pemerintah
Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan - kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.
Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan - kebudayaan daerah disetiap event - event akbar nasional. misalnya tari - tarian , lagu daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada Generasi Muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga.
Demikian juga upaya - upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.




referensi


http://pustaka-makalah.blogspot.com/2011/03/lunturnya-nilai-kebudayaan-di-dalam.html

Rabu, 02 Oktober 2013

Ilmu Budaya Dasar dan Hubungannya dengan Teknik Industri

A. Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah
“sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.”

a.Unsur – Unsur Kebudayan
Setelah mengetahui definisi atau pengertian dari kebudayaan sekarang mari kita kaji apa saja unsur – unsur dari kebudayan itu.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
1.       alat-alat teknologi
2.       sistem ekonomi
3.       keluarga
4.       kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
1.  sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota    masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
2.    organisasi ekonomi
3. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
4.    organisasi kekuatan (politik)

Sedangkan Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
1.       Kesenian
2.       Sistem teknologi dan peralatan
3.       Sistem organisasi masyarakat
4.       Bahasa
5.       Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
6.       Sistem pengetahuan
7.       Sistem religi

Banyak faktor yang menjelaskan tentang 7 unsur budaya universal yaitu :
1.Kesenian 
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaska baik da ri pandangan yang indah maupun suara yang merdu.


2.Sistem teknologi dan peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain.

3.Sistem organisasi masyarakat
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

4.Bahasa
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.

5.Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.

6.Sistem pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar pengetahuan tersebut dapat menyebar luas.Lebih-lebih bila dibukukan maka penyebaran pengetahuan dapat dilakukan dari generasi ke generasi selanjutnya.

 7.Sistem religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama
  
B. Setelah membaca pengertian beserta unsur-unsur kebudayaan,tahukah anda mengapa kita harus mempelajari ilmu budaya dasar ?

Nah,sebelum itu kita harus mengetahui dulu apa tujuan dari dipelajarinya Ilmu Budaya Dasar, beberpa diantaranya adalah :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
Dari  4 hal diatas dapat kita ambil beberapa manfaat dari mempelajari ilmu budaya dasar yaitu
ü   Agar memiliki keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
ü  Dapat membentuk suatu komunikasi yang baik antar sesama.
ü   Memiliki kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara kehidupannya sehari-hari.
ü   Mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
ü  Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
ü  Dapat menciptakan sifat kebudayaan yang universal dan dinamis
ü  Dapat mengenal lebih dalam tentang budaya yang terdapat di Negara yang kita cintai dengan melihat dari kesenian, bermacam-macam suku, adat istiadat, bahasa, budaya daerah dan budaya nasional.
ü  Mampu menciptakan hubungan yang harmonis antar manusia dan kelompok.

C.  Apa  hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri?

Ya hal ini merupakan pertanyaan saya juga saat pertama kali membaca mata kuliah. Untuk apa seorang mahasiswa Teknik mempelajari Ilmu Budaya Dasar ? Hubungan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Industri  ada kaitannya dengan manfaat dari mempelajari Ilmu Budaya Dasar itu sendiri, salah satunya :

ü  Mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesi mereka
ü  Mampu menciptakan hubungan yang harmonis antar manusia dan kelompok
ü  mengembangkan daya kritis  tentang masalah kemánusiaan dan budaya
ü  agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain

Dan mungkin perlu saya ingatkan kembali bahwa “Ilmu budaya dasar adalah mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayan dan tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari”

Sedangkan yang dipelajari di Teknik Industri mencangkup/dibagi menjadi :

1.    Sistem Manufaktur
2.    Manajemen Industri
3.    Sistem Industri dan Tekno Ekonomi

Di dalam ketiga bagian tersebut masing-masing bagian mempelajari bagaimana
menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya, proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah. 
Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua Bidang Ilmu ini memiliki hubungan yaitu sama – sama mepelajari bagaimana kita menghadapi sebuah lingkungan baru baik itu dilingkungan kerja maupun dilingkungan sekitar, juga mengajarkan kita bagaimana cara kita berkomunikasi dengan lingkungan tersebut agar kita dapat menjalin dan membentuk hubungan yang harmonis antar sesama dengan memiliki bekal Ilmu Budaya Dasar ini. Sekiraya hanya itu saja yang dapat saya jelaskan di artikel yang saya buat kali ini, untuk lebih memahaminya anda bisa membacanya dari beberapa referensi berikut.

Buku Paket Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma karangan Widyo Nugroho – Achmad muchji 


TUGAS 3 ETIKA PROFESI (Lanjutan)

Istilah-Istilah yang ada dalam Teknik Industri ! Bureau international des poids et mesures  ( BIPM ;  bahasa Inggris :  Internationa...