Minggu, 02 Oktober 2016

Orientasi Pemasaran dan Kegagalan dalam Memilih Peluang Bisnis

1. Arti Penting Orientasi Pemasaran

Penyebab kegagalan bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing kedua kegagalan tersebut mencerminkan kenaifan dari para pendiri perusahaan karena mengabaikan perlunya melakukan orientasi pemasaran.
            Terlalu sering para wirausahawan meyaini gagasan produk atau jasa baru. Mereka berkonsentrasi pada pengembangan gagasan dan mewujudkannya. Mereka mengivestasikan waktu uang, dan tenaga dalam pengembangan gagasan tanpa berfikir tentang identifikasi konsumen dan kebutuhan konsumen serta keinginan konsumen untuk membeli.
Dengan melihat kepasaran bisa menghasilkan sesuatu yang lebih menguntungkan. Disini orientasi pemasaran adalah konsumen. Desain produk berasal dari apa yangdiinginkan konsumen/pembeli potensial dan yang mau membayar. Sekali para wirausahawan yakin akan spesifikasi yang ingin dipenuhi, mereka akan menilai sumber daya yang ada untuk melihat apakah keterampilan teknis, peralatan dan kemampuan finansial tersedia untuk menghasilkan produk yang menguntungkan. 
(http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab2-identifikasi_peluang_usaha_baru.pdf)
"Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa orientasi pemasaran adalah kegiatan pengembangan gagasan dan pemikiran baru akan produk/jasa, dimana gagasan tersebut berfokus pada apa yang diinginkan dan dibutuhahkan konsumen"

2. Penyebab Kegagalan dalam Memilih Peluang Bisnis


Usaha Tidak Jelas
Banyak pelaku usaha yang merintis usaha tanpa menentukan visi, misi, tujuan, dan perencanaan, sehingga baik pemilik maupun karyawan tidak tahu fokus usaha seperti apa yang akan dijalankan.
Mungkin jika tidak bisa membuatnya secara tersurat, pemilik usaha bisa memberitahukan kepada karyawan secara langsung mengenai apa yang ingin dicapai dan seperti apa perusahaan nantinya jika visi tersebut telah tercapai. Dengan begitu, karyawan pun tahu apa yang harus dilakukan dan berusaha untuk mencapai visi tersebut.
Kekurangan Modal Kerja
Seringkali pelaku usaha mengalami kekurangan modal kerja saat tengah menjalankan bisnisnya, sebagai akibat kurangnya kesabaran untuk segera memulai bisnis dan sikap optimis yang berlebihan bahwa usaha yang dijalankan pasti dapat berjalan.
Seharusnya sebelum memulai usaha, pelaku usaha harus mengetahui secara detail berapa jumlah modal yang dibutuhkan, agar tidak macet di tengah jalan.
Terlalu Cepat Mengembangkan Skala Usaha
Memang baik untuk mengembangkan skala usaha menjadi lebih besar, asalkan pondasi yang dimiliki usaha tersebut telah kuat dan sulit untuk runtuh ketika hambatan datang.
Untuk mengembangkan skala usaha, perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan, mampu bekerja dengan baik, dan loyalitas yang tinggi. Tidak usah terburu-buru mengembangkan. Lebih baik kuatkan saja dulu pondasi yang dimiliki sambil merancang konsep pengembangan.
Produk yang Tidak Menjual
Karena keinginan pribadi, seringkali pelaku usaha menambah karakteristk baru pada produknya. Bukannya menambah nilai jual, karakteristik itu malah membuat produk tersebut kehilangan nilai tambah.
Dalam berwirausaha, seorang pelaku usaha harus mampu berinovasi. Dalam artian, produk yang dikembangkan harus memiliki nilai tambah, nilai jual, dan manfaat yang lebih dibanding sebelumnya.
Tidak Memiliki Kehandalan
Umumnya pelaku usaha seperti ini tidak mudah merekrut karyawan, menangani masalah keuangan, mencari pelangan, dan menjalin relasi dengan pihak lain.
Bukan berarti seorang pelaku usaha harus betul-betul handal tanpa celah sedikit pun, namun sebaiknya solusi atas pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan tersebut harus segera ditemukan. Anda bisa mencarinya dengan membicarakan hal tersebut dengan rekan sekerja ataupun mentor bisnis.
Dalam merekrut karyawan, anda tidak boleh hanya sembarang merekrut hanya untuk mengisi kekosongan posisi. Pilihlah orang-orang terbaik yang juga tertarik dengan bisnis yang anda jalankan.
Meluncurkan Produk di Waktu yang Kurang Tepat
Seringkali hal seperti ini terjadi diluar kendali para pelaku usaha, karena terkadang ide bisnis itu muncul tiba-tiba di waktu yang kurang tepat. Bukan hal yang mudah memang untuk mempertemukan sebuah ide dengan action. Akan tetapi anda tetap dapat mengatasinya dengan terus peka dan mengamati perkembangan pasar.
 (http://www.asritadda.com/enterpreneurship/6-penyebab-kegagalan-dalam-berwirausaha.htm)

3 Wirausahawan dan 3 Pekerja Sukses

3 Pekerja Sukses

1. Rio Haryanto

Profil
(lahir diSolo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993; umur 23 tahun) merupakan seorang pebalap berkebangsaan Indonesiayang kini membalap di ajang Formula Satubersama tim Manor Racing. Sebagai pebalap asal Indonesia pertama yang bisa membalap di level Seri GP2, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar. Rio juga adalah pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang bisa menjajal mobil Formula Satu. Ia juga disebut sebagai salah satu pebalap muda yang berpotensi menjadi wakil Asia di ajang Formula Satu pada masa depan.
Pada tahun 2011, Rio berpartisipasi di ajang Seri GP3 bersama tim Marussia Manor Racing dan di seri Auto GP bersama tim Driot-Arnoux Motorsport (DAMS). Dia mengawali kariernya di balap gokart pada tahun 2002 dengan Juara Nasional Gokart kelas kadet.
Pada tanggal 18 Februari 2016, Manor Racing selaku tim balap F1, resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pebalapnya untuk musim 2016 mendampingi Pascal Wehrlein. Rio sekaligus menjadi pebalap Indonesia pertama yang berkiprah di ajang bergengsi tersebut.

Ringkasan Karier Rio Haryanto
·         2002 - Juara nasional Go-kart kelas kadet
·         2005 - Penghargaan IMI sebagai Atlet Gokart Junior Terbaik
·         2008 - Juara Nasional Go-kart
·         2008 - Formula Asia 2.0: ke-3, 121 poin
·         2008 - Formula Renault Asia: ke-6, 160 poin
·         2009 - Juara Formula BMW Pacific 2009
·         2010 - GP3 Series: ke-5, 27 poin
·         2010 - F1 Test, Virgin VR-01
·         2015 - GP2 Series: ke-5,132 poin
·         2016 - F1 Driver, Manor Racing Team


2. BJ Habibie

Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan,25 Juni 1936; umur 80 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasilPemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas di Gorontalo, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo.
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Soeharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat sebagai Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI(Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

3. Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. (lahir di Bandar LampungLampung26 Agustus 1962; umur 54 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro, dia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu. Sebelum menjadi menteri keuangan, dia menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalahForbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.


3 Wirausahawan Sukses

Bob Sadino

Bambang Mustari Sadino (lahir di Tanjung Karang (sekarang Bandar Lampung), 9 Maret 1933 – meninggal di Jakarta, 19 Januari 2015 pada umur 81 tahun) atau akrab dipanggil Bob Sadino, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.
Karier Pengusaha
Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.

(https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino)



2. Nadiem Makarim

Nama Nadiem Makarim sebagai Pendiri GO-JEK semakin terkenal seiring dengan 'booming' nya nama Go-Jek di Indonesia. Go-Jek merupakan sebuah perusahaan jasa transportasi dengan menggunakan ojek dengan segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan kepada penggunanya yang berdiri pada tahun 2011 tapi Nadiem Makarim lebih senang menyebut perusahaan GO-JEK sebagai perusahaan Teknologi.

Dari berbagai sumber yang didapat, pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984 ini memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu.

Alasan sederhana itulah yang membuat Nadiem Makarim mencoba merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship. Ide bisnis transportasi GO-JEK sendiri berasal dari pemikiran Nadiem ketika ia berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Nadiem Makarim jarang menggunakan mobil karena mobilitasnya yang tinggi, ia lebih sering menggunakan jasa ojek.

Dari perbicangannya dengan para tukang ojek, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu pelanggan saja dan susah untuk mencari pelanggan, di sisi lain kemacetan Jakarta makin memburuk maka di butuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga jakarta.

Kemudian pada tahun 2011, GO-JEK sebagai perusahaan resmi didirikan oleh Nadiem Makarim yang kemudian menjabat sebagai CEO GO-JEK. Layanan Go-jek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para Tukang Ojek di bawah nauangan perusahaan GO-JEK. Layanan Go-jek Nadiem Makarim menawarkan jasa pengantaran barang dan makanan, transportasi, serta jasa belanja.

GO-JEK semakin berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

Kemudian nama GO-JEK makin semakin terkenal pada tahun 2015 ketika merilis aplikasi mobilenya sehingga makin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya. Nadiem Makarim sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggan menggunakan jasa GO-JEK nya. Para pelanggan GO-JEK dapat menggunakan aplikasi melalui smartphone mereka untuk memesan layanan GO-JEK, selain itu Tarif dari GO-JEK didasarkan pada jarak tempuh dan pembayarannya dapat menggunakan credit (my wallet).
 (http://www.kaskus.co.id/thread/52bc1dd920cb17e70c8b45bd/7-pengusaha-muda-berprestasi-di-indonesia-ini-baru-inspirasi-gan/)

3. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung (ejaan Soewandi: Chairul Tandjung, lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 54 tahun) adalah pengusaha asalIndonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp.
Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans CorpBank Mega, dan CT Global Resources.
Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 1 Jakarta pada tahun 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis dan juga mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan foto kopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.
Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuanganproperti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagaifather holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).
Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TVTrans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall.  Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 diPerancis.
Pada tahun 2010, majalah ternama Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar. Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.
Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega CorpTrans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. 
(https://id.wikipedia.org/wiki/Chairul_Tanjung)


Review Karakter dari 3 Wirausahawan Sukses dan 3 Orang Sukses Karna Bekerja
Berdasarkan penjelasan atas 6 orang diatas ada beberapa karakter yang mereka miliki hingga mereka dapat meraih kesuksesan. karakter yang mereka miliki ada yang sama dan ada yang berbeda antara wirausahawan dan pekerja. berikut adalah beberapa karakter yang saya lihat berdasarkan usaha mereka dalam meraih sukses sesuai dengan bidangnya:

Persamaan Karakter
Baik wirausahawan ataupun pekerja memiliki persamaan karakter diantaranya
Menghargai prestasi
Semangat dan kerja keras
Percaya diri terhadap kemampuan sendiri (confidence in their ability to success
high level of energy
Rasa tanggung jawab (desire for responbility)
Dedication

Details (mengerjakan sesuatu dengan rinci).

namun untuk wirausahawan, saya rasa ada 2 hal yang tidak dimiliki oleh seorang pekerja. Beberapa karakter tersebut diantaranya :

Berani Menanggung Risiko
Berani menanggung risiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung jawab. Para wirausahawan siap menanggung risiko atas segala tindakan yang diambilnya. Dalam bertindak, wirausahawan akan memikirkan tindakannya secara matang, sehingga risiko yang akan muncul akibat tindakannya dapat diperkirakan

Kreatif dan Inovatif
kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir yang baru dan berbeda. Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru (thinking new thing), secara umum kreativitas bisa diartikan kemampuan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru.
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. Inovatif merupakan terobosan baru. Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk dapat mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Apabila seorang wirausaha ingin sukses, ia harus dapat membuat produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru. Salah satu penyebab kegagalan dalam berwirausaha biasanya terletak pada keterlambatan berinovasi dalam produk, pelayanan serta pemasarannya.


Berdasarkan perbandingan tersebut tentu ada beberapa karakter yang ingin saya miliki guna meraih keberhasilan baik dalam pendidikan ataupun dalam dunia kerja. Karakter yang saya ingin miliki diantaranya :
Semangat, kerja keras, percaya diri, dapat berorganisasi, bertanggung jawab, inovatif dan kreatif.
Alasannya karna dari banyak biografi orang" yang sudah mencapai keberhasilan dalam kariernya
yang saya baca, setidaknya mereka memiliki karakter yang sudah saya sebutkan diatas. jadi saya kira apabila saya dapat memunculkan/mengembangkan karakter tersebut di dalam diri saya. tidaklah mustahil bagi saya untuk dapat meraih keberhasilan baik dalam pendidikan ataupun dalam bekerja nantinya.

Kamis, 22 September 2016

Kewirausahaan

1.      Definisi wiraswasta, wirausaha dan Enterpreneur

Wirausaha
Menurut Bygrave (H. Buchari Alma, 2004: 21), Entrepreneur is the person who perceives an opportunity and creates an organization to persue it. Berdasarkan definisi tersebut seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Menurut Hisrich-Peters (H. Buchari Alma, 2004: 26), Entrepreneur is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risks, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence. Artinya kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.


Wiraswasta
Menurut Sumagawijaya (1980) Wiraswasta memuat sifat keberanian, kebajikan, cita-cita dan semangat yang berasal dari kekuatan sendiri.

Menururut Suryo (1986), Mengatakan bahwa wiraswasta adalah orang yang memiliki sifat independen, berpandangan jauh, kreatif, inovatif, ulet dan bersedia untuk mengambil resiko dalam manajemen bisnis dan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan.

Menurut Suhadi (1985), Beragumen bahwa wiraswasta meliputi sejumlah karakteristik ketangguhan mental, gesit dalam mencoba.

Menurut Daoed Yoesoef (1981:78), Wiraswasta merupakan usaha, baik secara teknis atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti : telah mengurus, mengambil tantangan ketidakpastian, bisnis baru mempelopori penemu (inovator) atau peniru (imitator) dengan cara mengejar keuntungan maksimum dan manfaat serta membawa isnis untuk kemajuan, perluasan, pengemangan,melalui kepemimpinan ekonomi untuk meningkatkan prestise kebebasan, kekuasaan dan kehormatan serta kelangsungan usaha




Enterpreneur
entrepreneur yang berasal dari kata bahasa Perancis entreprendre yang berarti melakukan (to undertake) atau mencoba (trying). Dalam bahasa Indonesia yang sederhana wirausaha dapat dimaknai sebagai sebuah kemampuan (an ability) yang di dalamnya termasuk dalam artian ‘usaha’ (effort), aktivitas, aksi, tindakan dan lain sebagainya untuk menyelesaikan suatu tugas (task)

Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, entreprendre, yang sudah dikenal sejak abad ke-17, yang berarti berusaha. Dalam hal bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.

Menurut Thomas W. Zimmerer (2008) entrepreneur (kewirausahaan) adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Menurut Andrew J. Dubrin (2008) entrepreneur adalah seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif.

Istilah entrepreneur (kewirausahaan) pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya. Entrepreneurship adalah segala shal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan mengembangkan usaha mereka

Entrepreneur merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.












2.     Karakteristik Kewirausahaan
Karakteristik Kewirausahaan Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer terdapat delapan karakteristik kewirausahaan yang meliputi hal-hal sebagai berikut19 :
1.       Rasa tanggung jawab (desire for responbility), yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2.       Memiliki risiko yang moderat (preference for moderate risk), yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
3.       Percaya diri terhadap kemampuan sendiri (confidence in their ability to success), yaitu memiliki kepercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya untuk memperoleh kesuksesan.
4.       Menghendaki umpan balik segera (desire for immediate feedback), yaitu selalu menghendaki adanya unsur timbal balik dengan segera, ingin cepat berhasil.
5.       Semangat dan kerja keras (high level of energy), yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.       Berorientasi ke depan (future orientation), yaitu berorientasi masa depan dan memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.
7.       Memiliki kemampuan berorganisasi (skill at organization), yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.       Menghargai prestasi (value of achievement over money), yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.
Sedangkan, menurut By Grave, karakteristik wirausahawan meliputi 10 D, sebagai berikut20 :
1.       Dream, yaitu seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.       Decisiveness, yaitu seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.
3.       Doers, yaitu seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin dan tidak menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnnya.
4.       Determination, yaitu seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
5.       Dedication, yaitu seorang wirausaha dedikasi terhadap bisnisnya sangat tinggi. Devotion, yaitu mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkan.
6.       Details, yaitu seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci.
7.       Destiny, yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya, bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
8.       Dollars, seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena uang.
9.       Distribute, yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang kepercayaannya yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis.



3.      Hubungan Teknik Industri dengan Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Berdasarkan statement tersebut dapat diketahui bahwa ketika seorang individu akan memulai untuk berwirausaha maka produk atau jasa yang dihasilkan masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Disinilah adanya peran dari teknik industri, diantaranya ada “Analisis Kelayakan Usaha” sebelum memulai berwirausaha kita dapat memperkirakan berapa biaya yang diperlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal dan laba yang diperoleh, serta kemana produk itu akan dipasarkan. Selain itu dapat pula kita memperkirakan berapa harga jasa/produk (segmen pasar) yang akan dipasarkan nanti dengan cara melihat produk kompetitor yang sudah ada dietempat produk akan dipasarkan. Setelah produk mulai dipasarkan bidang teknik industri yang dapat dipergunakan yaitu “Produk Life Cycle” atau biasa dikenal dengan daur hidup produk, disini dapat diterapkan kembali ilmu dari teknik industri yang fungsinya untuk mengetahui perkembangan produk yang dipasarkan mulai dari tahap “PENGENALAN, PERTUMBUHAN, PENDEWASAAN dan PENOLAKAN”. Tujuannya untuk apa? Sudah tentu untuk melakukan inovasi terhadap produk sehingga ketika produk masuk ketahap pendewasaan, produk akan tetap diterima oleh konsumen yang pada akhirnya produk tidak akan masuk ke fase penolakan sebab produk tetap diterima konsumen karna sudah diberi inovasi/pembaharuan.

Sebelum melakukan inovasi terhadap prodk ada juga ilmu dari teknik industri yaitu “Analisis Kepuasan Konsumen” disini kita akan survey konsumen yang sudah menggunakan produk tujuannya untuk mengetahui apakah produk yang dipasarkan sudah dapat diterima atau belum? Sudah sesuai harapan taua tidak, perlu dikembangkan atau tidak. Intinya di analisis kepuasan konsumen kita mereview seberapa banyak konsumen yang merasa puas akan produk yang kita hasilkan. Kesimpulannya ada hubungan antara teknik industri dan kewirausahaan serta masih banyak lagi ilmu yang berkaitan dengan keriwausahaan yang belum dijelaskan. All is my opinion jadi mohon dikoreksi bila ada kesalahan dlam penjelasan terimakasih..

TUGAS 3 ETIKA PROFESI (Lanjutan)

Istilah-Istilah yang ada dalam Teknik Industri ! Bureau international des poids et mesures  ( BIPM ;  bahasa Inggris :  Internationa...