Kamis, 22 September 2016

Kewirausahaan

1.      Definisi wiraswasta, wirausaha dan Enterpreneur

Wirausaha
Menurut Bygrave (H. Buchari Alma, 2004: 21), Entrepreneur is the person who perceives an opportunity and creates an organization to persue it. Berdasarkan definisi tersebut seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Menurut Hisrich-Peters (H. Buchari Alma, 2004: 26), Entrepreneur is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risks, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence. Artinya kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.


Wiraswasta
Menurut Sumagawijaya (1980) Wiraswasta memuat sifat keberanian, kebajikan, cita-cita dan semangat yang berasal dari kekuatan sendiri.

Menururut Suryo (1986), Mengatakan bahwa wiraswasta adalah orang yang memiliki sifat independen, berpandangan jauh, kreatif, inovatif, ulet dan bersedia untuk mengambil resiko dalam manajemen bisnis dan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan.

Menurut Suhadi (1985), Beragumen bahwa wiraswasta meliputi sejumlah karakteristik ketangguhan mental, gesit dalam mencoba.

Menurut Daoed Yoesoef (1981:78), Wiraswasta merupakan usaha, baik secara teknis atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti : telah mengurus, mengambil tantangan ketidakpastian, bisnis baru mempelopori penemu (inovator) atau peniru (imitator) dengan cara mengejar keuntungan maksimum dan manfaat serta membawa isnis untuk kemajuan, perluasan, pengemangan,melalui kepemimpinan ekonomi untuk meningkatkan prestise kebebasan, kekuasaan dan kehormatan serta kelangsungan usaha




Enterpreneur
entrepreneur yang berasal dari kata bahasa Perancis entreprendre yang berarti melakukan (to undertake) atau mencoba (trying). Dalam bahasa Indonesia yang sederhana wirausaha dapat dimaknai sebagai sebuah kemampuan (an ability) yang di dalamnya termasuk dalam artian ‘usaha’ (effort), aktivitas, aksi, tindakan dan lain sebagainya untuk menyelesaikan suatu tugas (task)

Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, entreprendre, yang sudah dikenal sejak abad ke-17, yang berarti berusaha. Dalam hal bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.

Menurut Thomas W. Zimmerer (2008) entrepreneur (kewirausahaan) adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari. Menurut Andrew J. Dubrin (2008) entrepreneur adalah seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif.

Istilah entrepreneur (kewirausahaan) pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya. Entrepreneurship adalah segala shal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan mengembangkan usaha mereka

Entrepreneur merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.












2.     Karakteristik Kewirausahaan
Karakteristik Kewirausahaan Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer terdapat delapan karakteristik kewirausahaan yang meliputi hal-hal sebagai berikut19 :
1.       Rasa tanggung jawab (desire for responbility), yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2.       Memiliki risiko yang moderat (preference for moderate risk), yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
3.       Percaya diri terhadap kemampuan sendiri (confidence in their ability to success), yaitu memiliki kepercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya untuk memperoleh kesuksesan.
4.       Menghendaki umpan balik segera (desire for immediate feedback), yaitu selalu menghendaki adanya unsur timbal balik dengan segera, ingin cepat berhasil.
5.       Semangat dan kerja keras (high level of energy), yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.       Berorientasi ke depan (future orientation), yaitu berorientasi masa depan dan memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.
7.       Memiliki kemampuan berorganisasi (skill at organization), yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.       Menghargai prestasi (value of achievement over money), yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.
Sedangkan, menurut By Grave, karakteristik wirausahawan meliputi 10 D, sebagai berikut20 :
1.       Dream, yaitu seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.       Decisiveness, yaitu seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.
3.       Doers, yaitu seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin dan tidak menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnnya.
4.       Determination, yaitu seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
5.       Dedication, yaitu seorang wirausaha dedikasi terhadap bisnisnya sangat tinggi. Devotion, yaitu mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkan.
6.       Details, yaitu seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci.
7.       Destiny, yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya, bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
8.       Dollars, seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena uang.
9.       Distribute, yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang kepercayaannya yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis.



3.      Hubungan Teknik Industri dengan Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Berdasarkan statement tersebut dapat diketahui bahwa ketika seorang individu akan memulai untuk berwirausaha maka produk atau jasa yang dihasilkan masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Disinilah adanya peran dari teknik industri, diantaranya ada “Analisis Kelayakan Usaha” sebelum memulai berwirausaha kita dapat memperkirakan berapa biaya yang diperlukan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal dan laba yang diperoleh, serta kemana produk itu akan dipasarkan. Selain itu dapat pula kita memperkirakan berapa harga jasa/produk (segmen pasar) yang akan dipasarkan nanti dengan cara melihat produk kompetitor yang sudah ada dietempat produk akan dipasarkan. Setelah produk mulai dipasarkan bidang teknik industri yang dapat dipergunakan yaitu “Produk Life Cycle” atau biasa dikenal dengan daur hidup produk, disini dapat diterapkan kembali ilmu dari teknik industri yang fungsinya untuk mengetahui perkembangan produk yang dipasarkan mulai dari tahap “PENGENALAN, PERTUMBUHAN, PENDEWASAAN dan PENOLAKAN”. Tujuannya untuk apa? Sudah tentu untuk melakukan inovasi terhadap produk sehingga ketika produk masuk ketahap pendewasaan, produk akan tetap diterima oleh konsumen yang pada akhirnya produk tidak akan masuk ke fase penolakan sebab produk tetap diterima konsumen karna sudah diberi inovasi/pembaharuan.

Sebelum melakukan inovasi terhadap prodk ada juga ilmu dari teknik industri yaitu “Analisis Kepuasan Konsumen” disini kita akan survey konsumen yang sudah menggunakan produk tujuannya untuk mengetahui apakah produk yang dipasarkan sudah dapat diterima atau belum? Sudah sesuai harapan taua tidak, perlu dikembangkan atau tidak. Intinya di analisis kepuasan konsumen kita mereview seberapa banyak konsumen yang merasa puas akan produk yang kita hasilkan. Kesimpulannya ada hubungan antara teknik industri dan kewirausahaan serta masih banyak lagi ilmu yang berkaitan dengan keriwausahaan yang belum dijelaskan. All is my opinion jadi mohon dikoreksi bila ada kesalahan dlam penjelasan terimakasih..

Rabu, 06 Juli 2016

Pembuatan Tahu Bandar Lampung

UKM – Rumah Usaha Pembuatan Tahu Bandar Lampung
Industri Tahu Tahu merupakan bahan pangan yang berasal dari kedelai yang harganya relatif murah dan mengandung nilai gizi yang tinggi khususnya protein sehingga sangat diminati oleh masyarakat. Semakin banyak permintaan konsumen akan tahu maka industri pembuatan tahupun semakin banyak bermunculan.
Proses Produksi Tahu
1.    Kedelai yang dipilin dan disiapkan. Kemudian dibersihkan dan digiling di mesin penggiling yang ukurannya tidak terlalu besar. Penggilinginnya tidak memakan waktu lama. Beberapa menit saja, kedelai sudah berubah wujud menjadi seperti bubur.
2.    Kemudian hasil penggilingan ditampung dalam ember yang sudah disiapkan. Hasil penggilingin selanjutnya dimasukkan ke dalam tempat/bak perebusan yang telah disiapkan.
3.    Tempat perebusan dipanaskan dengan kayu bakar. Ini dilakukan agar mendapat panas yang optimal. Benar saja, ketika hendak melihat mas Didi beratraksi membuat tahu, panasnya sudah cetar-membahanamemeluk kulit kami, mengalahkan hangat panas hari.
4.    Setelah dipanaskan dalam beberapa menit, hasil gilingan tadi selanjutnya disaring dengan menggunakan kain kasa putih. Penyaringan ini dilakukan untuk memperoleh sari kedelai yang sudah dipanaskan. Mas Didi menambahakan, salah satu tujuan pemanasan/perebusan agar lebih mudah menyaring hasil penggilingan kedelai.
Setelah sari kedelai diperoleh, selanjutnya ditambahi kasau (bahasa lokal) atau asam cuka atau di beberapa daerah lainnya disebut batu tahu. Tujuannya agar mengendapkan sari-sari tahu yang kental menjadi lebih solid atau padat. Berbeda dengan tempe yang memakai ragi (jamur Rhizopus orizhasporus) untuk menyatukan kacang-kacang kedelai, pembuatan tahu dilakukan dengan proses pengendapan. 6. Setelah disatukan dengan asam, selanjutnya sari-sari kedelai diletakkan di cetakan tahu. Kemudian cetakan tahu ditutup dengan penutup cetakan dan diberi tekanan agar mempercepat pembentukan tahu. Sekitar 10-15 menit, tahu pun terbentuk dan siap untuk dikemas dan di kirimkan ke para pemesan, warung-warung sayuran dan ke pasar
.tradisional.

Karakteristik Limbah Tahu Limbah
Karakteristik Limbah Tahu Limbah bagi industri hasil pertanian merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan untuk memperoleh hasil utama. Pada dasarnya, proses produksi tahu menghasilkan dua macam limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat pada umumnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Industri tahu membutuhkan air untuk melakukan proses sortasi, perendaman, pengupasan kulit, pencucian, penggilingan, perebusan, dan penyaringan. Kemudian, air buangan dari proses tersebut yang dinamakan limbah cair. Limbah cair tahu adalah hasil sampingan dari proses pembuatan tahu berupa limbah cair tahu yaitu “whey”. Air limbah tahu yang dihasilkan masih banyak mengandung zat organik, seperti protein, karbohidrat, lemak dan zat terlarut yang mengandung padatan tersuspensi atau padatan. Limbah cair industri tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang sangat tinggi. Di antara senyawa-senyawa tersebut yang memiliki jumlah paling besar adalah protein dan lemak dengan presentase sebesar 40-60% protein, 25- 50% karbohidrat dan 10% lemak. Adanya bahan organik yang cukup tinggi menyebabkan mikroba menjadi aktif dan menguraikan bahan organik tersebut secara biologis menjadi senyawa asam-asam organik. Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu dapat menyebabkan berbagai dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Limbah cair yang dibuang ke perairan tanpa pengelohan terlebih dahulu juga dapat mengakibatkan kematian makhluk hidup dalam air termasuk mikroorganisme (jasad renik) yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan biologis dalam air.

Solusi Permasalahan Limbah Tahu
Pengolahan  limbah tahu padat
Pengolahan  limbah tahu dapat anda olah menjadi bahan yang berguna jual. Kebanyakan masyarakat mengolah bahan limbah tahu dalam makanan menjadi nata de coco,tepung, kerupuk, dan yang sering masyarakat menjadikannya tempe gembos. Dan limbah tahu juga dapat dijadikan pakan ternak baik itu sapi, babi, kambing, bebek, bandeng dan lain lain

Pengolahan limbah tahu Cair

Didalam pembuatan tahu pasti ada yang tersisa dalam pembuatan tahu tersebut, yang sering kita dengar atau yang sering kita ketahui dengan limbah tahu. Banyak pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Gas-gas yang biasa ditemukan dalam limbah adalah gas nitrogen (N2 ), oksigen (O2 ), hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3 ), karbondioksida (CO2 ) dan metana (CH4). Gas-gas tersebut berasal dari dekomposisi bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air buangan.  

Kamis, 28 April 2016

Pengolahan Air Limbah Industri

PT. TIRTA KREASI AMRITA


PT. TIRTA KREASI AMRITA adalah perusahaan yang menggunakan MBR (Membrane Bio Reactor). MBR adalah kombinasi dari proses filtrasi membrane dengan “suspended growth bio reactor”. Dengan demikian Membrane Bio Reactor (MBR) digunakan sebagai ganti dari bak pengendap/sedimentasi atau “secondary clarifier” pada proses pengolahan air limbah. Ukuran pori atau daya saring MBR berada pada kisaran dari “micro filtration” (0,1 – 0,5 Mm) dan “ultra filtration” (0,01 – 0,1 Mm). Pengggunaan MBR dalam proses pengolahan air limbah akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain meningkatkan kualitas effluent dan menghemat lahan.
Proses yang terjadi di dalam bioreaktor mirip dengan lumpur aktif konvensional (conventional activated sludge, CAS), di mana zat organic di dalam air limbah akan didegradasi secara biologis oleh mikroorganisme aerob kemudian terjadi pemisahan solid (lumpur). Bedanya, pada MBR proses pemisahan solid dilakukan menggunakan membran sementara pada CAS pemisahan solid dilakukan secara gravitasi di dalam tangki pengendap. Perbandingan antara MBR dengan CAS  dapat dilihat pada gambar berikut:


Keunggulan dari sistim MBR adalah :

1. Permeate atau air hasil olahan mempunyai kualitas yang stabil, karena disaring dengan saringan micro atau ultra. Pada sistim biasa (conventional activated sludge) air hasil olahan tergantung dari kinerja “secondary clarifier”. Effluent bisa berfluktuasi tergantung kondisi lumpur aktip. Apabila pengendapan buruk dan “carry over” tinggi maka TSS effluent tinggi.
2. Menghemat lahan karena tidak memerlukan bak pengendap atau secondary clarifier. Dengan sistim MBR MLSS di bak aerasi ditingkatkan hingga 8.000 – 12.000 ppm sehingga volume bak aerasi dapat dihemat. Diagram 2 menunjukkan pengurangan pemakaian lahan dari MBR.
3. Daur ulang (water reuse). Air hasil olahan atau permeate dari MBR berkualitas baik, karena telah disaring dengan “micro filter” dan tidak mengandung bakteri coli. Permeate dapat langsung diumpankan ke sistim reverse osmosis (RO) untuk pemurnian lebih lanjut. PT. Tirtakreasi Amrita telah menggunakan sistim MBR untuk mengolah air limbah industri tembakau dan pabrik minuman (beverages) dengan hasil baik dan memuaskan.




Sumber 
(http://primatamamultitech.weebly.com/pengolahan-air-limbah.html)
(http://www.airlimbah.com/2011/01/membrane-bioreactor/)

Jumat, 25 Maret 2016

Hubungan antara ekologi, industri dan asas asas lingkungan


Apa itu ekologi lingkungan ?
Ekologi adalah ilmu yang.mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kataYunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (18341914).  Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan mahluk hidup dengan komponen sekitarnya.
Ekologi sebenarnya mempertanyakan tentang berbagai hal seperti :
1. Bagaimana alam bekerja
2. Bagaimana spesies beradaptasi dalam habitatnya
3. Apa yang diperlukan dari habitatnya untuk melangsungkan kehidupan
4. Bagaimana mereka mencukupi materi dan energi
5. Bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lain
6. Bagaimana individu dalam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai populasi

Pengertian Ekologi dan Ilmu Lingkungan Menurut Para Ahli
Selain definisi umum mengenai pengertian ekologi, ada pula pengertian ekologi yang dikemukakan menurut para ahli. Pengertian ekologi menurut definisi para ahli adalah sebagai berikut:
Pengertian Ekologi Menurut Miller (1975) Menurut Miller tentang pengertian ekologi yang menggemukakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.
Pengertian Ekologi Menurut Otto Soemarwoto, pengertian ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
Pengertian Ekologi Menurut C. Elton, ekologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan secara ilmiah

Hubungan antara ekologi dengan industri
Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.
Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dandekomposer/pengurai.
Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan / material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan / mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan.


Asas Pengetahuan Lingkungan

Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis, Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksidan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi, kimia dan fisika.  Asas baru juga dapat diperoleh dengan carasimulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam  (mimik). Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya.






Hubungan Antara Ekologi, Ekologi Industri dan Asas Pengetahuan Lingkungan (Kesimpulan)

 berdasarkan penjelasan di 3 poin diatas dapat diketahui bahwa  
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan mahluk hidup dengan komponen sekitarnya sedangkan Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan dengan  dioptimalkannya siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal dan Asas Lingkunganlah yang mengatur tentang tata cara dalam pemanfaatan lingkungan sebagai hukum dalam pengelolaan lingkungan agar tercapai keselarasan antara terpenuhinya kebutuhan manusia dengan terjaganya kelestarian lingkungan.





Sumber :

https://ayuww13.wordpress.com/2015/03/26/ekologi-dan-ilmu-lingkungan-serta-asas-asas-pengetahuan-lingkungan/

Selasa, 29 Desember 2015

Audit

1. Checksheet (Kuesioner)

Berikut ini merupakan contoh kuesioner (Lebih tepatnya checksheet) yang gunakan untuk melakukan audit pada departemen tertentu. karena pada dasarnya kegiatan audit memang hanya memerlukan cheacksheet yang berguna untuk mendata apakah sudah sesuai dengan standar perusahaan atau belum.

2.Sampel 
    Sampel yang digunakan hanyalah sampel pada departemen Service Operation and Deployment.

3. Skala yang digunakan

Skala Nominal

Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek,individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.

Contoh:
Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan “ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.


Senin, 16 November 2015

AUDIT INTERNAL

Latar Belakang Masalah
Kualitas merupakan segala sesuatu yang mampu memenihu keinginan atau kebutuhan pelanggan. Kualitas perlu dikendalikan karena kualitas tersebut dapat menjamin kepuasan pelanggan (Gaspersz, 1997). Perusahaan sangat penting menjaga kualitas produk agar memberikan kepuasan konsumen. Dikatakan penting karena konsumen merupakan sumber pendapatan keuntungan. Namun selera konsumen terhadap barang selalu berubah dan cenderung meningkat. Hal tersebut, menjadi acuan pada perusahaan untuk melakukan pengembangan yang berkaitan dengan kualitas.
                Penjaminan kualitas dalam perencanaan perusahaan sangat dibutuhkan dalam memproduksi suatu barang untuk menjada kestabilan kualitas perusahaan dan produk yang dihasilkan. Kualitas dapat diwujudkan denan sistem manajemen kualitas yang baik dengan melakukan audit internal. Audit internal ini adalah audit yang diadakan oleh organisasi antar departemen sdatu dengan yang lainnya untuk melihat kesesuaian antara standar sistem manajemen dengan aktual kegiatan audit ini mencakup seluruh proses dalam produksi dan manajemen. Audit dilakukan guna menemukan masalah yang terjadi atau penyimpangan yang terjadi. Masalah yang ditemukan dalam audit dapat menjadi acuan perbaikan dan pengembangan selanjutnya.
Perusahaan melakukan pengembangan secara terus menerus dengan mengadakan audit internal. Kegiatan audit internal yang akan dibahas adalah mengenai audit internal di bagian service operation and deployment. Ini dipilih sebab berkaitan langsung dengan kepuasan konsumen dan pengembangan dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Tujuan audit adalah
Mengetahui audit sitem pada PT KIA MOBIL Indonesia
Mengetahui temuan audit sistem untuk bagian service operation and deployment
Mengetahui laporan hasil audit pada PT KIA Mobil Indonesia

Tema : AUDIT INTERNAL
Penelitian ini termasuk kedalam Studi deskriptif


Sabtu, 04 Juli 2015

Menceritakan Dosen

Dosen Fisika Dasar 1A

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Saya akan menceritakan Dosen saya yang mengajar Mata Kuliah Fisika Dasar  ketika saya masih berada di semester 1.
Beliau bernama Ibu Marni Indriarti Lulusan dari Gunadarma dan SMUN 2 BOGOR. Selama mengajar belliau selalu datang tepat waktu, tidak pernah bolos mengajar, dan menjelaskan materi dengan sistematis dan jelas sehingga mudah dipahami. 
Selama perkulihan beliau memberikan latihan soal dari yang mudah – sulit, catatan materi yang diberikanpun tidak banyak hanya mengenai hitungan fisika saja (tidak ada teori yang ribet).   Soal kuis dan UTS  yang diberikan tidak jauh berbeda dari soal-soal latihan yang diberikan selama perkuliahan. Penilaian yang diberikan saya kira objektif sesuai dengan hasil yang diperoleh saat UTS, absensi dan keaktifan mahasiswa. 

Saran saya untuk ibu marni ini sebaiknya ibu juga sedikit bercerita mengenai wawasan/pengalaman Ibu selama menjadi mahasiswi ataupun sebagai dosen siapa tahu dari cerita tersebut dapat memotivasi kami untuk lebih baik lagi dalam menjalani perkuliahan .

TUGAS 3 ETIKA PROFESI (Lanjutan)

Istilah-Istilah yang ada dalam Teknik Industri ! Bureau international des poids et mesures  ( BIPM ;  bahasa Inggris :  Internationa...